Tokyo - Sudah jatuh tertimpa tangga. Begitulah nasib sekitar sepuluh ribu petani di Fukushima. Mereka kini tak lagi dapat menjual hasil panennya akibat terpapar zat radioaktif dari instalasi nuklir Fukushima (250 km dari Tokyo) yang bocor.
Ironisnya, listrik dari instalasi nuklir itu kebanyakan diserap kehidupan mewah kota Tokyo yang kini tak lagi membeli sayuran mereka. Lebih parah lagi, mereka pun terancam tak bisa kembali pulang ke kampung halamannya selamanya.
Radiasi telah ditemukan dalam sayur-sayuran dari pertanian di sekitar instalasi nuklir. Karena hal tersebut, pemerintah pun melarang perdagangan hasil panen tersebut. Hal ini membuat petani setempat kecewa.
"Kami telah menjual tanah kami untuk pembangunan PLTN dan sekarang orang Tokyo tak mau membeli hasil panen kami. Kami merasa dikhianati," ujar ujar seorang petani berumur 64 tahun seperti dikutip Reuters, Selasa (29/3/2011).
Menurut seorang anggota Dewan dari Fukushima, Tomo Honda, warga Fukushima marah karena listrik yang dihasilkan PLTN tersebut kebanyakan dikonsumsi warga Tokyo. "Tanah ini warisan dari nenek moyang mereka dan rasa sayang mereka terhadapnya sangat luar biasa," ujar Honda.
Lebih dari 700.000 orang telah dievakuasi dari zona terlarang yang berjarak 20 km dari instalasi nuklir. Sementara itu 130.000 orang lainnya disarankan untuk meninggalkan lokasi. Jika mereka tidak bersedia, mereka diminta untuk tetap tinggal di rumah.
"Langkah pertama adalah mengatakan yang sesungguhnya bahwa mereka tak bisa kembali, tapi mereka belum menghadapi kenyataan yang sesungguhnya," kata Honda.
Berkaca pada kondisi di Chernobyl yang mengalami bencana serupa, ribuan orang di sekitar 30 km dari lokasi instalasi nuklir yang bocor di kota tersebut tak lagi bisa kembali ke kampung halamannya. Kini kawasan tersebut terkesan aneh dengan semak belukar dan satwa liarnya. Gedung-gedung kosong membusuk dan hampir tak ada tanda-tanda kehadiran manusia. Masyarakat khawatir itulah yang akan terjadi di Fukushima.
Meski pemerintah dan banyak ahli tak menganggap kejadian ini layak disejajarkan dengan Chernobyl, namun radiasi yang dihasilkan oleh kedua reaktor sebenaranya sama. Radioaktif yang dikeluarkan tersebut adalah iodine-131 dan Caesium-134 dan Caesium-137.
Radioaktif Iodin-131 dapat sepenuhnya terurai dalam 80 hari, namun dapat masuk ke tubuh masnusia dengan cepat melalui udara, susu serta sayur-sayuran. Sementara Caesium lebih berbahaya. Ia akan tetap aktif selama lebih dari 200 tahun dan mengancam dalam jangka panjang baik secara langsung maupun melalui makanan.
(adi/nrl)
Sumber : Adi Nugroho - detikNews

0 comments:
Post a Comment